PENYELIDIKAN KASUS BANTUAN SOSIAL PROVINSI TAHUN 2017 DARI TIM KEJAKSAAN NEGERI SUMEDANG BERINDIKASI TIDAK DISALURKAN MELALUI PEMERINTAH DESA

PENYELIDIKAN KASUS BANTUAN SOSIAL PROVINSI TAHUN 2017 DARI TIM KEJAKSAAN NEGERI SUMEDANG BERINDIKASI TIDAK DISALURKAN MELALUI PEMERINTAH DESA
penyelidikan bansos prov jabar th 2017 di kec. ujungjaya sumedang oleh kejari sumedang

Sumedang, Fenomena – Penyelidikan kasus bantuan sosisal tahun 2017 dari pemerintah provinsi Jawa Barat  yang dilaksanakan timpenyelidkan kejaksaan Negeri Sumedang pada tanggal 7 Juli 2020 dari jam 10.00 sampai jam 13.45 bertempat di kantor kecamatan Ujungjaya belum bisa menghasilkan bukti yang jelas sesuai dengan ungkapan jaksa Anton Wahyudi SH. Sebab masih dalam penyelidikan. Untuk mendapatkan keterangan dan kesaksian yang jelas tim reporter Fenomena menemui kepala desa yang diduga mendapatkan bantuan tersebut pada tahun 2017 ada 4 desa diantaranya Desa Ujungjaya, Desa Kudangwangi, Desa Sakurjaya dan desaCibuluh.

 

Setelah melakukan kunjungan ke 4 desa untuk konfirmasi dan klarifikasi kekantor desa untuk menemui kepala desa hanya 1 kepala desa yang siap memberikan informasi tentang bansos provinsi tahun 2017 yaitu kepala desa Ujungjaya Kades “CucunAlvian”  ditempat kantor desa Ujungjaya, beliau menuturkan bahwa bantuan tersebut tidak disalurkan melalui desa tuturnya, keterangan dan informasi kades Ujungjaya ada 4 desa yang diduga mendapatkan bantuan namun bantuan tersebut ditransfer lewat rekening, Desa Ujungjaya 12 orang, desa Cibuluh 2 orang, desa Kudangwangi 3 orang  dan desa Sakurjaya 3 orang masing-masing orang mendapatkan bantuan senilai 5 juta rupiah jadi jumlah keseluruhan 20 orang dari 4 desa bernilai 100 juta rupiah.

Jumlah yang fantastis, namun menurut “CucunAlvian” kepala desa Ujungjaya setelah selesai mendampingi warganya di kantor kecamatan Ujungjaya menyangkut penyelidikan dari tim kejaksaan negeri Sumedang beliau menyaksikan keterangan dari warganya tidak ada yang merasa mendapatkan bantuan tersebut sampai bersumpah di depan kepala desa, dengan adanya hasil penyelidikan tersebut diduga adanya penyimpangan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab pada saat itu tahun 2017 dan

 

 

Menurut kades Ujungjaya tidak mungkin bantuan dana bansos yang di indikasikan bantuan RUTILAHU hanya senilai 5 juta rupiah, ada kemungkinan bantuan KUBE (Kelompok Usaha Bersama) yang dikucurkan melalui rekening perorangan atau Yayasan atau lainnya tutur kepala desa Ujungjaya (CucunAlvian).

 

Sangat ironis bantuan untuk bidang sosial di negeri kita tercinta Republik Indonesia sering terjadi diduga digelapkan  oleh oknum pejabat, padahal bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang benar-benar tidak mampu yang seharusnya dikucurkan dengan objektif dan binaan yang bisa menjadikan masyarakat menjadi pintar dalam mengelola dana tersebut berputar untuk usaha yang bisa menghidupi masing-masingkeluarganya.  (DediSupriadi)