TANAH ASET PEMDA SUBANG DISEROBOT ADA OKNUM ASN TERLIBAT

TANAH ASET PEMDA SUBANG DISEROBOT ADA OKNUM ASN TERLIBAT
Oknum ASN Serobot Tanah Aset Pemda Subang

Subang, Fenomenanews.com,  Tempat pencucian kendaraan atau sering disebut pangumbahan yang merupakan asset Pemda subang yang sudah berdiri puluhan tahun berlokasi di jalan RA Kartini Kelurahan Pasir Kareumbi Kec. Subang Kab. Subang, diduga kuat telah diserobot dan telah disertfikatkan, atas nama Yudi Maryadi seorang ASN warga Kota Bogor yang beralamat di rt2 rw 11 bukit cimanggu Vila cibadak Kota Bogor. Sementara Sekda Subang Drs. Aminudin,Msi. Membenarkan bahwa pihaknya sedang menangani permasalahan sengketa lahan tanah hak pakai Pemda Subang. Saat ini dikuasai oleh pihak ketiga dan kami sudah menunjuk kuasa hukum Pemda Subang. Biar lebih jelas silahkan temui pak dede Juhana Kuasa Hukum Pemda kata Sekda, kami saat ini focus umtuk mengamankan dulu dan meminta pembatalan sertfikat atas nama Yudi Maryadi.

Terbitnya sertfikat hak milik No 4762 atas nama Yudi Maryadi dengan tanggal pembukaan 2019 ini berbekala surat pernyataan penguasaan fisik tanggal 31 Oktober 2018 yang diketahui oleh Lurah Pasirkareumbi yang pada waktu itu dijabat Dadi Iskandar yang sekarang menjabat sekmat Kalijati, dengan para saksi Juhedi dan Nanang. Selain itu ada surat keterangan Lurah pasir Kareumbi No 973 atau 425 atau Pem. Bahwa penggarap menggarap tanah Negara. Dengan berbekal surat tadi Yudi Maryadi mengajukan permohonan sertifikat hak milik SHM ke kentor ATR BPN Subang. Kemudian terbitlah sertfikat hakmilik No 4762 atas nama Yudi Maryadi dengan surat ukur tanggal 2 april 2019 No 1248 pasirkareunbi atau 2019 dengan luas tanah 1.333M2. namun dalam penerbitan tanah Subang 5 april 2019 yang ditanda tangan Kepala Kantor Pertanahan Joko Susanto A, Msi. Anehnya dari proses pengukuran sampai penerbitan hanya berselang tiga hari. Kemudian pada tanggal 9 april 2020 Yudi Maryadi menjual tanah pencucian atau pangumbahan ini ke Heru seharga Rp. 750 Juta di PPAT Notaris Erik Agustian, SH kemudian dijual lagi ke Muhammad Lupide H. seharga Rp. 1 Milyar. Berbekal sertifikat itu Lupiade membangun tanah pencucian  atau pangumbahan tersebut sekitar bulan puasa awal namun dihentikan oleh pihak Satpol PP Pemda Subang melalui Kabid Gakum dan sampai sekarang pembangunannya mangkrak.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya mengaku bahwa pihaknya membeli tanah tersebut tetap tidak menyebut berapa nilai angkanya dan terkesan ditutup tutupi. Sementara pihak kuasa hukum pemda Subang Dede Sunarya TP, SH.MH. yang beberapa waktu lalu sempat diminta tanggapannya menyebut bahwa pemda subang memiliki tanah darat tercatat dalam kartu infentaris barang Kid No 33 Tahun 1988 luas 1255 M2 yang berlokasi di jalan RA kartini Kel Pasir Kareumbi Kac. Subang dimana saat ini dikuasai oleh pihak ketiga yang diduga telah dipalsukan menjadi tanah Negara dan digarap hingga muncul sertifikat Hak Milik atas nama Yudi Maryadi selanjutnya Yudi menjual ke Heru dan menjual Lupiadi, setelah adanya informasi masyarakat pihak Pemda Subang mengambil langkah pengamanan melalui Stpol PP Kabid Gakum. Sekda subang mengirim surat kepada ATR BPN Subanag untuk untuk melakukan pembatalan sertfikat atas nama Yudi Maryadi. Beberapa kali dilakukan musyawarah akhirnya M Lupidi bersedia mengembalikan asset Pemda dengan catatan uang kembali.

Sementara pihak Pemda Fikus m menyelamatkan asset tanah hak pakai Pemda dan meminta ATR BPN Subang untuk melakukan pembatalan sertifikat atas nama Yudi Mariadi sampai limit waktu minggu ke 4 Juni 2020. Limit waktu untuk mengajukan ke PTUN Bandung. Sebagai kuasa hukum berharap ATR BPN Subang untuk segera merealisasikan pembatalan sertifikat atas nama Yudi Mariadi. Dari sisi korupsi pihak Kejaksaan pun sedang menangani perkara ini mungkin hasil temuan sendiri, pungkasnya. * Wem Askin..