SDN GIRI JAYA UJUNG JAYA DI SULAP DIDUGA BISIK-BISIK TETANGA

SDN GIRI JAYA UJUNG JAYA DI SULAP DIDUGA BISIK-BISIK TETANGA
renovasi SD N giri jaya
SDN GIRI JAYA UJUNG JAYA DI SULAP DIDUGA BISIK-BISIK TETANGA
SDN GIRI JAYA UJUNG JAYA DI SULAP DIDUGA BISIK-BISIK TETANGA

Sumedang, Fenomenanews.com,- Ide kreatif memang selalu muncul dari jajaran Sekolah Dasar Negeri Giri jaya ujung jaya, Betapa tidak, sekolah yang terletak di dusun pasir desa kebon cau  Kecamatan ujung jaya Kabupaten Sumedang ini, disulap dalam pembangunanya

Di setiap sudut sekolah tersebut mulai dari , ruang kelas, ruang guru , toilet,diperbaiki melalui dana DAK thn 2020 sehingga siapa pun yang datang ke sekolah ini akan dibuat nyaman dan tercengang dibuatnya dengan anggaran yang luar bisa cukup besar : Rp 427.500.000 ( empat ratus dua puluh tujuh juta lima ratus ribu rupiah ) lima ruang kelas  : Rp 22.500.000 (duapuluh dua juta lima ratus ribu rupiah ) 3 toilet ,sekolah ini  menjadi sorotan awak Media dan LSM belum lama ini muncul dugaan bahwa sekolah SDN Giri Jaya tidak sesuai dengan RAB.  Kepala Sekolah Giri Jaya  Tata Spd saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp bahwa berita yang dimuat edisi lalu tidak benar karena menurut kami pelaksanaan kegiatan rehab sekolah itu sudah sesuai dengan RAB dan atas petunjuk teknis perencanaan juga dengan bimbingan pengawas lapangan.red mempertanyakan terkait rehab berat atau ringan : jawab kepsek tidak ada keterangan rehab berat ataupun ringan untuk lebih jelasnya silahkan tanyakan ke Dinas takut salah, kami hanya ditugaskan mengelola rehab 5 ruang kelas dan 3 jamban / Toilet pungkasnya.

Menurut sumber yang layak kami percaya yang tidak mau disebut namanya pada kegiatan pembangunan sekolah SDN Giri jaya dalam pengelolaan uang di duga tidak transparant alias bisik-bisik tetangga antara ketua komite dan kepala sekolah, tanpa ada musyawarah dengan anggota komite lainya hanya ketua komite dan kepala sekolah saja yang menjalankan segala sesuatunya  tidak melalui bendahara komite, dalam pertanggung jawaban keuangan  yang sudah dikeluarkan selalu tertutup, selain itu pembelian material diduga dari sodaranya kepala sekolah yang berlokasi di daerah Sakur jaya  bukti pembelian dari material itu hanya nota 0 (kosong) layak dan patut siapapun menduga bisa jadi di tulis sendiri dan di Mark up demi keuntungan pribadi kepala sekolah dan ketua komite, media fenomena akan segera meng'klarifikasi dan konfirmasi secepatnya ke Dinas pendidikan kabupaten Sumedang

Pemerintah melalui Dinas Pendidikan bertujuan dalam pembangunan sekolah tersebut agar siswa dan guru merasa senang dan nyaman saat berada di sekolah,dalam melaksanakan tugas belajar,mengajar sesuai dengan sistem pendidikan nasional wajar Dikdas Wajib belajar 9 tahun. *** tim Red