PT ARENA HORMON INDONUSA diduga produksi serta edarkan pupuk tak berijin dan langgar pajak

PT ARENA HORMON INDONUSA diduga produksi serta edarkan pupuk tak berijin dan langgar pajak
Faktur yang diduga tak ada PPH
PT ARENA HORMON INDONUSA diduga produksi serta edarkan pupuk tak berijin dan langgar pajak

Bandung, Fenomenanews.com,-  PT Arena Hormon Indonusa beromzet dikisaran 20 Milyar per tahun 2020 menurut sumber. Berdasarkan dari temuan dilapangan bahwa telah beredar pupuk yang diduga belum berizin edar dan produksinya. Ditemukan jenis produk PPC untuk pertanian yang dijual di beberapa daerah diduga langgar pajak yang di produksi dan diedarkan PT ARENA HORMON INDONUSA. Selain faktur yang tidak tercantum PPH tim telusuri adanya chat wa antara iqmal kepada seluruh sales di lapangan. 

Beginilah isi chat tersebut, diantaranya, " sekilas info, ' untuk teman-teman tim lapangan, diinpoin bahwa kegiatan demplot lapangan untuk sementara hanya untuk produk yang berizin dulu yaa... untuk yang masih dalam proses perizinannya diharapkan jangan terlalu terbuka dulu, terutama untuk produk PPC viagroow, khusus untuk ini kemungkinan dalam waktu dekat izin edarnya sudah terbit dengan nama yang berbeda yaitu piagroow perihal ini dikarenakan ada sedikit gangguan dari pihak-pihak yanh ingin merusak nama arena dilapangan, harap untuk teman-teman semua bisa memakluminya .....," begitu isi chat WA Iqmal kepada seluruh sales di lapangan.

Terjait hal tersebut tim lakukan konfirmasi ke pihak PT Arena Hormon Indonusa yang diwakili Bapak Iqmal dan dibantah semua dugaan tersebut, menurutnya hal tersebut tidak benar kareba itu kelakuan salah satu karyawannya yang telah memalsukan faktur serta merek obat yang dikeluarkan PTArena Hormon Indonusa. Masih menurut Iqmal PT Arena selama ini hanya menjual curah, jadi siapapun bisa order untuk dikemas serta bisa pakai merek sendiri asal memberitahukan merek yang akan dipakai. Hal tersebut untuk meminimalisir pemalsuan yang selama ini terhadi, kilahnya. Menurut Iqmal inti masalah tersebut terletak pada salah satu karyawan yang sudah dikeluarkan dan melakukan penjualan serta memalsukan faktur tersebut. Dan dikatakannya terkait hal teesebut sudah dilaporkan ke Polda Jabar, biar pihak polisi yang urus, tutur Iqmal.

Sementara itu, terlepas benar tidaknya terkait hal tersebut kepada pihak berwajib untuk segera menindak lanjuti permasalahan nya. Menyikapi hal ini diduga adanya persekongkolan dan kerjasama antara pihak sehingga terjadi hal tersebut dan sudah berlangsung lama. ***tim